Batu Bara

Pasar Batubara Bergejolak, Kinerja Jasa Transportasi Laut Butubara Ikut Tergerus

Pasar komoditas batubara terus bergejolak sepanjang tahun 2019. Batubara menunjukkan tren penurunan harga yang cukup lama. Sejumlah emiten yang bergerak pada bisnis komoditas batubara pun ikut merasakan dampak negatif dari gejolak pasar tersebut. Sejumlah emiten tercatat mengalami penurunan kinerja yang ditandai dengan tergerusnya pendapatan dan laba bersih.

Kenyataan pahit ini tidak hanya dirasakan oleh emiten batubara, melainkan secara tidak langsung dirasakan pula oleh pengusaha jasa transportasi laut batubara. PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk (BESS) merupakan emiten yang bergerak pada bisnis jasa transportasi laut batubara. BESS sepanjang 2019 lalu ikut mengalami tekanan akibat bergejolaknya pasar batubara.

BESS memang bukan produsen batubara. Namun, pergerakan harga batubara yang cenderung turun membuat sejumlah produsen batubara menurunkan produksinya sehingga turunnya produksi client membuat penggunaan jasa pengangkutan pun turun. Lantaran hal tersebut pendapatan BESS sepanjang 2019 ikut tergerus.

Sebagai informasi, Per kuartal III-2019 pendapatan BESS tercatat sebesar Rp 206,39 miliar. Angka pendapatan tersebut secara persentase turun 22,92% year on year. Berbanding lurus dengan pendapatan, laba tahun berjalan BESS tercatat juga mengalami penurunan secara persentase sebesar 36,93% dari Rp 64,38 miliar menjadi Rp 40,61 miliar.

Berkaca dengan tahun lalu, BESS terus memutar otak untuk mempertahankan kinerja perusahaan agar tetap prima. Mengingat harga komoditas yang tidak stabil bahkan cenderung lesu BESS pun terus melakukan negosiasi dengan client agar menemukan win-win solution, salah satunya dengan memberikan potongan harga pada jasa pengangkutan batubara. Pada tahun ini, BESS akan memfokuskan untuk ekspansi market dengan fokus menggarap potensi market di Tanah Bumbu.

Sumber : duniatambang.co.id

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *